Vespa and Volks Wagen
Sunday, March 23, 2014
Saturday, March 22, 2014
Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2013: Menengok Pesona “Mobil Rakyat” Yang Memikat
Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2013: Menengok Pesona “Mobil Rakyat” Yang Memikat
Ada istilah yang mengatakan; heroes get remembered, legends live forever. Siapa yang tidak mengenal mobil bermerk VW atau Volks Wagen. Di Indonesia sendiri jumlah pencinta ‘mobil rakyat’ keluaran Jerman itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski jadul dan klasik, mobil yang sempat ikut dalam perang dunia tersebut juga semakin digandrungi anak-anak muda.
Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF.
Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan even dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.
“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga ‘warna’ orang-orang yang mempunyai hobi mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warna-warni tersebut dalam sebuah harmoni yang indah,” kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media.
Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalu-lalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini.
Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula.
Selain ajang kontes, JVWF juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya.
Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, jangan-jangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung.
Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.
Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil Hi-Roof. Menurut Ketua pelaksana Tjahyo, “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, dan Central Jaya Motor”.
Dan yang beruntung mendapatkannya adalah seorang pengunjung dari kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pr- wedding-nya.
Teks: Wahyu Indro S
Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF.
Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan even dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.
“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga ‘warna’ orang-orang yang mempunyai hobi mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warna-warni tersebut dalam sebuah harmoni yang indah,” kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media.
Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalu-lalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini.
Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula.
Selain ajang kontes, JVWF juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya.
Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, jangan-jangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung.
Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.
Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil Hi-Roof. Menurut Ketua pelaksana Tjahyo, “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, dan Central Jaya Motor”.
Dan yang beruntung mendapatkannya adalah seorang pengunjung dari kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pr- wedding-nya.
Teks: Wahyu Indro S
Ada istilah yang mengatakan; heroes get remembered, legends live forever. Siapa yang tidak mengenal mobil bermerk VW atau Volks Wagen. Di Indonesia sendiri jumlah pencinta ‘mobil rakyat’ keluaran Jerman itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski jadul dan klasik, mobil yang sempat ikut dalam perang dunia tersebut juga semakin digandrungi anak-anak muda.
Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF.
Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan even dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.
“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga ‘warna’ orang-orang yang mempunyai hobi mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warna-warni tersebut dalam sebuah harmoni yang indah,” kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media.
Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalu-lalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini.
Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula.
Selain ajang kontes, JVWF juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya.
Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, jangan-jangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung.
Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.
Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil Hi-Roof. Menurut Ketua pelaksana Tjahyo, “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, dan Central Jaya Motor”.
Dan yang beruntung mendapatkannya adalah seorang pengunjung dari kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pr- wedding-nya.
Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF.
Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan even dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.
“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga ‘warna’ orang-orang yang mempunyai hobi mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warna-warni tersebut dalam sebuah harmoni yang indah,” kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media.
Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalu-lalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini.
Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula.
Selain ajang kontes, JVWF juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya.
Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, jangan-jangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung.
Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.
Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil Hi-Roof. Menurut Ketua pelaksana Tjahyo, “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, dan Central Jaya Motor”.
Dan yang beruntung mendapatkannya adalah seorang pengunjung dari kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pr- wedding-nya.
Teks: Wahyu Indro S
VW Caravelle Berkabin ala Hotel
Jakarta, KompasOtomotif - Bila sebagian pemilik VW Caravelle menjadikan kendaraannya untuk rekreasi keluarga karena bisa membawa 7 penumpang, Acien mengubahnya menjadi kamar hotel.Sayangnya, tidak bisa untuk menanmpung banyak orang.
"Ini bukan untuk rekreasi keluarga, buat mereka yang super sibuk dan sering bepergian jauh untuk keperluan bisnis yang menghabiskan waktu berjam-jam. Waktu istirahat sudah pasti tersita. Nah, kita buatkan sesuatu yang spesial agar di perjalanan bisa istirahat atau memperoleh hiburan yang mumpuni dan lengkap," papar modifikator asal Jember, Jawa Timur ini.
Eksklusif
Selain baris pertama, semua jok dipensiunkan. Begitu pula trim di sisi kanan yang harus dicopot, diganti dengan etalase untuk menaruh komponen audio dan keperluan makan-minum yang dibuat dari medium-density fiberboard (MDF) atau partikel kayu yang dipadatkan. Alasannya memilih bahan ini, rapi, bersih dan eksklusif.
Selain baris pertama, semua jok dipensiunkan. Begitu pula trim di sisi kanan yang harus dicopot, diganti dengan etalase untuk menaruh komponen audio dan keperluan makan-minum yang dibuat dari medium-density fiberboard (MDF) atau partikel kayu yang dipadatkan. Alasannya memilih bahan ini, rapi, bersih dan eksklusif.
Sandaran jok depan dibuat pembatas untuk memberikan ruang privasi bagi penumpang belakang. Agar tidak terkesan kosong, bagian tengah dinding dipasangi TV 26 inci. Di kanan-kiri, dipasang pula subwoofer dan speaker. Untuk hiburan, selain bisa memainkan DVD, karaoke dengan mikrofon nirkabel juga Playstation.
Agar bisa tidur dengan nyaman, dipasang dipan dengan kasur Latex untuk ukuran single. Di sampingnya sofa untuk duduk santai. Bila ingin menikmati minuman dingin, tinggal ambil di kulkas mini di sudut pilar D.
"Tidak semua mobil minibus bisa dibuat seperti ini, hanya van saja. Kia Karnival atau Hyundai Trajet masih bisa. Toyota Innova terlalu sempit," ungkap Acien. Dana yang dihabiskan untuk memodifikasi van ini Rp 100 juta dengan waktu sekitar 3 bulan.
Perawatan mesin VW
esuatu yang terpenting dalam memiliki kendaraan VW terutama dari jenis klasik adalah perawatan mesinnya dan mengetahui dengan baik karakteristiknya.
Seperti kita ketahui bersama bahwa banyak sekali komentar yang menyatakan bahwa VW gampang sekali terbakar dan sangat rewel sehingga harus keluar masuk bengkel yang seharusnya tidak perlu terjadi.
Dari pengalaman saya pribadi memakai jenis kendaraan ini ternyata jenis kendaraan inilah yang paling simpel dan mudah perawatannya asal kita mau sedikit perduli dengan kondisinya.
Sesuatu hal yang wajar bila mobil bekas harus lebih telaten dalam pembenahannya mengingat rata-rata pemilik VW saat ini bukanlah pemilik pertama bahkan mungkin tangan ke 3,4 atau 5 sedangkan tahun pembuatannya relatif tua antara 50 s/d 80 sehingga bukan mustahil kondisi yang ada sangatlah buruk dan beragam tingkat kesulitannya seperti body yang sudah dimodifikasi, mesin yang asal bisa hidup dan yang paling sering dan riskan adalah kondisi jaringan kabelnya.
Oleh sebab itu mari kita tinjau dengan seksama kondisi kendaraan kita masing-masing dan bagi yang sudah oke anda boleh bersyukur bahwa anda telah memilih jenis kendaraan dari generasi “Hitech”, kalau tidak percaya coba kita tinjau kondisi-kondisi berikut :
Ciri yang paling khas adalah tanpa radiator dan perhatikan sirip kipas pendinginnya, bandingkan dengan sirip turbin.
Suspensi independent.
Beberapa jenis telah menerapkan rem cakram.
Stabiliser yang terpasang.
Two wheel drive (yang bergerak dua roda).
Torsi yang cukup besar untuk cc nya sehingga sangat baik untuk tenaga tanjakan.
Dsb.
Ciri yang paling khas adalah tanpa radiator dan perhatikan sirip kipas pendinginnya, bandingkan dengan sirip turbin.
Suspensi independent.
Beberapa jenis telah menerapkan rem cakram.
Stabiliser yang terpasang.
Two wheel drive (yang bergerak dua roda).
Torsi yang cukup besar untuk cc nya sehingga sangat baik untuk tenaga tanjakan.
Dsb.
Bandingkanlah dengan kondisi-kondisi mobil jepang saat ini terutama kendaraan kelas menengah yang rata-rata baru menerapkan kondisi-kondisi diatas pada era 80 an.
Selanjutnya saya akan coba membahas kondisi-kondisi yang paling sederhana tetapi bila diperhatikan akan terasa betapa pentingnya agar VW kita dapat beroperasi dengan baik , aman dan nyaman.
Biasakan mendengar suara mahal, istilah ini saya pakai mengingat bila terdapat jenis suara ini maka perbaikannya akan sangat mahal.
Biasakan memperhatikan lampu kontrol pada dashboard terutama lampu charge dan oli.
Biasakan mendengar suara mahal, istilah ini saya pakai mengingat bila terdapat jenis suara ini maka perbaikannya akan sangat mahal.
Biasakan memperhatikan lampu kontrol pada dashboard terutama lampu charge dan oli.
Kedua jenis parameter inilah biasanya yang sangat menentukan kelangsungan hidup VW anda sebab sangat berdampak kepada operasi mesin VW, coba kita bahas masing-masing kondisi yang biasanya saya lakukan sebelum saya berangkat mengndarainya.
Suara Mesin
Mungkin pada awalnya kita sama-sama berpikiran bahwa petunjuk suara ini adalah wewenangnya orang bengkel tetapi ternyata kita sendiripun bisa menganalisanya dengan baik.
Bila suara mesin anda terdengar tak..tak..tak.. yang berkelanjutan pada saat mesin konstan biasanya menunjukan adanya ketidak beresan pada metalan (main bearing) bahayanya tidak langsung muncul tetapi akan sangat riskan untuk perjalanan jauh dan satu-satunya perbaikan adalah turun mesin, jangan khawatir, bagi VW turun mesin tidaklah sesulit mobil lain, hari ini turun besok sudah selesai. Perlu jadi perhatian mesin konstan dimaksud adalah setelah mesin cukup panas untuk dioperasikan atau oli sudah merata maka dapat kita lihat betapa pentingnya proses pemanasan mesin sebelum pengoperasian sehari-hari dan boleh dibilang 3 menit pertama pemanasan adalah 3 menit kritis, bila lancar maka mudah-mudahan dapat beroperasi dengan baik sebab gejala vital dapat dirasakan pada menit-menit pertama tersebut.
Suara mahal lain yang mungkin muncul adalah sama seperti diatas hanya saja setelah kita menekan pedal gas maka putaran mesin akan meninggi dan pada saat putaran mesin turun akan terdengar suara tak..tak..tak..tak seperti diatas maka biasanya masalah terdapat pada pen piston anda, banyak hal yang menyebabkan hal tersebut dapat cepat terjadi antara lain tidak samanya berat connecting rod juga biasa disebut stang seher atau sockar ass atau tiang piston, mungkin saja pemilik lama pada saat menggantinya hanya sebagian atau dengan cara membubut sehingga selisih berat satu dengan yang lain cukup besar dan sangat berpengaruh kepada umur pen piston ini. Untuk kondisi pemakaian sehari-hari (daily) selisih beratnya maksimum 5 gr. dan untuk racing sekitar 0.5 gr. semakin kecil semakin baik (balance). Hal lainnya adalah sering menggeber dengan tarikan-tarikan pendek, ingat arsitektur mesin VW adalah T (piston bergerak horisontal) dan bukan in line seperti mobil lain maka tarikan panjangnya yang sangat baik (lain halnya untuk drag race). Sedang untuk racing diperlukan komponen mesin yang berbeda sehingga dapat mengeluarkan tenaga besar untuk track pendek, itupun tidak digeber dengan rummm..rumm..rumm (pendek-pendek).
Sedangkan suara klep yang kendor berupa tik..ketak..tak..tik..tik..ketak..tak..dan perlu diperhatikan kendor klep lebih baik dari kerapatan untuk hal ini akan dibahas berikutnya hanya saja secara standard saya biasa melakukan set keregangan klep 0.005 inch untuk dalam kota dan 0.006 inch untuk perjalanan panjang.
Bila suara mesin anda terdengar tak..tak..tak.. yang berkelanjutan pada saat mesin konstan biasanya menunjukan adanya ketidak beresan pada metalan (main bearing) bahayanya tidak langsung muncul tetapi akan sangat riskan untuk perjalanan jauh dan satu-satunya perbaikan adalah turun mesin, jangan khawatir, bagi VW turun mesin tidaklah sesulit mobil lain, hari ini turun besok sudah selesai. Perlu jadi perhatian mesin konstan dimaksud adalah setelah mesin cukup panas untuk dioperasikan atau oli sudah merata maka dapat kita lihat betapa pentingnya proses pemanasan mesin sebelum pengoperasian sehari-hari dan boleh dibilang 3 menit pertama pemanasan adalah 3 menit kritis, bila lancar maka mudah-mudahan dapat beroperasi dengan baik sebab gejala vital dapat dirasakan pada menit-menit pertama tersebut.
Suara mahal lain yang mungkin muncul adalah sama seperti diatas hanya saja setelah kita menekan pedal gas maka putaran mesin akan meninggi dan pada saat putaran mesin turun akan terdengar suara tak..tak..tak..tak seperti diatas maka biasanya masalah terdapat pada pen piston anda, banyak hal yang menyebabkan hal tersebut dapat cepat terjadi antara lain tidak samanya berat connecting rod juga biasa disebut stang seher atau sockar ass atau tiang piston, mungkin saja pemilik lama pada saat menggantinya hanya sebagian atau dengan cara membubut sehingga selisih berat satu dengan yang lain cukup besar dan sangat berpengaruh kepada umur pen piston ini. Untuk kondisi pemakaian sehari-hari (daily) selisih beratnya maksimum 5 gr. dan untuk racing sekitar 0.5 gr. semakin kecil semakin baik (balance). Hal lainnya adalah sering menggeber dengan tarikan-tarikan pendek, ingat arsitektur mesin VW adalah T (piston bergerak horisontal) dan bukan in line seperti mobil lain maka tarikan panjangnya yang sangat baik (lain halnya untuk drag race). Sedang untuk racing diperlukan komponen mesin yang berbeda sehingga dapat mengeluarkan tenaga besar untuk track pendek, itupun tidak digeber dengan rummm..rumm..rumm (pendek-pendek).
Sedangkan suara klep yang kendor berupa tik..ketak..tak..tik..tik..ketak..tak..dan perlu diperhatikan kendor klep lebih baik dari kerapatan untuk hal ini akan dibahas berikutnya hanya saja secara standard saya biasa melakukan set keregangan klep 0.005 inch untuk dalam kota dan 0.006 inch untuk perjalanan panjang.
Demikianlah untuk tanda-tanda berupa suara yang mudah dikenali bahkan oleh orang awam sekalipun bila anda memakai knalpot yang suaranya kayak mobil balap ya.. terpaksa waktu meriksanya ditutup sebentar dengan sendal.. ok.
Lampu dashboard
Tanda-tanda lampu inipun sangatlah penting, mengingat VW standard tidak memiliki alat ukur temperatur dan juga alat ukur oli.
Bila lampu charge anda hidup ataupun lampu petunjuk oli anda hidup maka jangan sekali-kali melanjutkan perjalanan, sebab anda harus memeriksa hal-hal berikut :
Lampu charge berhubungan dengan dengan dinamo charge dan dinamo charge berputar dengan bantuan mesin yang dihubungkan dengan tali kipas. Maka hidupnya lampu charge ini dapat diakibatkan putus/lepasnya tali kipas oleh sebab itu hal ini yang pertama kali harus diperiksa, bila tali kipas dalam kondisi baik berarti hambatan ada pada dinamo charge, apakah kabelnya atau switch dinamo tidak bekerja dengan baik yang berakibat battery tidak terisi dengan baik dan ada kemungkinan anda sulit untuk start. Tetapi bila tali kipas yang putus maka jangan sekali-kali menghidupkan mesin sebab akan membuat mesin anda tidak saja jim tetapi hancur (ganti deh), bila tali kipas lepas sedangkan tali kipas cukup ketat berarti ada yang tidak beres dengan salah satu hal ini pulley,crank shaft ataupun fly wheel sehingga putarannya baling (tidak balance) dan melepas tali kipas dan kalau lepasnya karena tali kipas terlalu kendor, berarti tali kipas anda harus diganti. Hal tersebut yang paling sering terjadi secara umum.
Bila lampu petunjuk oli anda hidup maka anda harus memperhatikan hal-hal berikut, bila anda awam dengan mesin maka stop jangan mengendarainya lagi dan seretlah kebengkel terdekat (VW) sebab hambatannya biasanya harus diteliti oleh personil yang mengetahui konstruksi mesin VW. Lampu ini menunjukan tidak adanya oli yang mengalir melalui switch berarti banyak hal yang mungkin terjadi antara lain oli kurang/habis,pompa oli tidak bekerja dengan baik,oil releave valve tidak bekerja sehingga oli macet, dsb. Oleh sebab komponennya berada di dalam mesin maka tidak perlu repot-repot nyari masalah, ingat hal ini biasanya terjadi pada VW yang tidak pernah dirawat mesinnya atau nanganinnya setengah-setengah. Sedangkan bila lampu oli bekerlip (flickering), biasanya valve oli kotor dan cara membersihkannya akan dibahas selanjutnya (gampang kok). Hal lainnya yang menyebabkan hidupnya lampu petunjuk oli adalah kurangnya oli didalam mesin oleh sebab itu pemeriksaan oli harus dilakukan secara rutin sesuai kesanggupan anda dan ada hal khusus yang harus diperhatikan dalam hal ini yaitu :
Bila oli cepat berkurang, tetapi tidak ada kebocoran (mesin bersih), maka kemungkinan besar adalah oli ikut terbakar berarti terdapat ring piston yang sudah rusak ataupun dinding boringnya yang sudah termakan atau stelan klep yang tidak paspun dapat menyebabkan ikut terbakarnya oli.
Bila oli cepat berkurang dan mesin kotor dengan oli (biasanya dibagian bawah), berarti ada kebocoran baik dari sisi packing ataupun dari tempat pembuangan oli yang biasanya cepat aus drat bautnya (jangan mengganti oli saat mesin panas, lakukan dipagi hari sebelum mesin dihidupkan). Bagi saya pribadi, biasanya penggantian oli saya lakukan dengan melakukan tune-up komplit (ganti busi,platina,cuci karburator,saringan udara,stel klep,stel pengapian) dan untuk hal ini masih dalam proses penulisan, ijinkan saya berbagi pengalaman dengan anda.
Lampu charge berhubungan dengan dengan dinamo charge dan dinamo charge berputar dengan bantuan mesin yang dihubungkan dengan tali kipas. Maka hidupnya lampu charge ini dapat diakibatkan putus/lepasnya tali kipas oleh sebab itu hal ini yang pertama kali harus diperiksa, bila tali kipas dalam kondisi baik berarti hambatan ada pada dinamo charge, apakah kabelnya atau switch dinamo tidak bekerja dengan baik yang berakibat battery tidak terisi dengan baik dan ada kemungkinan anda sulit untuk start. Tetapi bila tali kipas yang putus maka jangan sekali-kali menghidupkan mesin sebab akan membuat mesin anda tidak saja jim tetapi hancur (ganti deh), bila tali kipas lepas sedangkan tali kipas cukup ketat berarti ada yang tidak beres dengan salah satu hal ini pulley,crank shaft ataupun fly wheel sehingga putarannya baling (tidak balance) dan melepas tali kipas dan kalau lepasnya karena tali kipas terlalu kendor, berarti tali kipas anda harus diganti. Hal tersebut yang paling sering terjadi secara umum.
Bila lampu petunjuk oli anda hidup maka anda harus memperhatikan hal-hal berikut, bila anda awam dengan mesin maka stop jangan mengendarainya lagi dan seretlah kebengkel terdekat (VW) sebab hambatannya biasanya harus diteliti oleh personil yang mengetahui konstruksi mesin VW. Lampu ini menunjukan tidak adanya oli yang mengalir melalui switch berarti banyak hal yang mungkin terjadi antara lain oli kurang/habis,pompa oli tidak bekerja dengan baik,oil releave valve tidak bekerja sehingga oli macet, dsb. Oleh sebab komponennya berada di dalam mesin maka tidak perlu repot-repot nyari masalah, ingat hal ini biasanya terjadi pada VW yang tidak pernah dirawat mesinnya atau nanganinnya setengah-setengah. Sedangkan bila lampu oli bekerlip (flickering), biasanya valve oli kotor dan cara membersihkannya akan dibahas selanjutnya (gampang kok). Hal lainnya yang menyebabkan hidupnya lampu petunjuk oli adalah kurangnya oli didalam mesin oleh sebab itu pemeriksaan oli harus dilakukan secara rutin sesuai kesanggupan anda dan ada hal khusus yang harus diperhatikan dalam hal ini yaitu :
Bila oli cepat berkurang, tetapi tidak ada kebocoran (mesin bersih), maka kemungkinan besar adalah oli ikut terbakar berarti terdapat ring piston yang sudah rusak ataupun dinding boringnya yang sudah termakan atau stelan klep yang tidak paspun dapat menyebabkan ikut terbakarnya oli.
Bila oli cepat berkurang dan mesin kotor dengan oli (biasanya dibagian bawah), berarti ada kebocoran baik dari sisi packing ataupun dari tempat pembuangan oli yang biasanya cepat aus drat bautnya (jangan mengganti oli saat mesin panas, lakukan dipagi hari sebelum mesin dihidupkan). Bagi saya pribadi, biasanya penggantian oli saya lakukan dengan melakukan tune-up komplit (ganti busi,platina,cuci karburator,saringan udara,stel klep,stel pengapian) dan untuk hal ini masih dalam proses penulisan, ijinkan saya berbagi pengalaman dengan anda.
Demikianlah kondisi-kondisi yang harus diperhatikan yang berkaitan dengan mesin VW anda dan keterangan diatas saya berikan berdasarkan pengalaman sehari-hari saya sebagai pemilik VW dan bukan sebagai mekanik bila terdapat kekurangan maka kritik yang membangun sangat saya harapkan.
PENTING…………untuk diperhatikan “Rajinlah memeriksa level oli (continue) dalam arti kata lakukan secara rutin dan tidak perlu setiap kali (jangan jadi habit)” mengingat pentingnya oli pada mesin berpendingin udara.
Vespa Bisa dijadikan motor Drag
![]() |
| Vespa Londo-mototech |
![]() |
| Drag Bike BSD 6-7 April 2013 |
Untuk ukuran ban kecil dapet time 9 detik kecil pada acara drag bike tangerang 6-7 April kemarin di kleas FFA itu udah wow banget sob ...Tau sendiri bobot motor vespa yang lumayan berat dan bodinya yang gambot....Otomatis aerodinamisnya sangat mempengaruhi timenya....itu sebabnya bodi depannya om Londo custome dengan di beri lubang kanan dan kiri biar wuzzz....Pantesan Jefri sang joki motor bisa bercokol di podium pertama.....
![]() | |||
| Bodi depan di Custome di beri lubang |
![]() |
| Hasil Drag Bike BSD Tangerang 6-7 apri l2013 |
Tapi apa mungkin hanya faktor body yang di custome aja lantas vespa ini bisa kenceng....hehe...ternyata
dari tady kita baru bahas sektor bodi sob blom bahas sektor mesin lo....siapa yang sangka kalo Vespa biru laut ini punya tenaga 28 Hp dengan kapasitas mesin 161cc ya 11,12 lah dengan tenaga motor ninja standar......Dimana 80% dari partnya masi menggunakan part standar meski hasil dari kanibal sana-sini.....hehe mantep kan....kalo kurang yakin tengok deh speknya di bawah ini datanya langsung dari sang empunya....
Vespa Excel 150…pelopor elektrik stater dikeluarga Vespa
Vespa Excel 150…pelopor elektrik stater dikeluarga Vespa
Posted on 9 November 2010
39
Vespa Excel 150 hadir di Indonesia pada tahun 1992 yang diproduksi oleh ATPM khusus produk Piaggio waktu itu PT. Dan Motor Indonesia. Motor roda dua yang masuk kekeluarga besar skuter ini termasuk paling fenomenal diantara saudara-saudara sesama produk Vespa, bagaimana tidak, dengan dibekali fitur elektrik stater untuk memudahkan dalam meyalakan mesin motor, jok yang sudah menyatu demi kenyamanan pengendara, mini airscoope untuk menambah aerodinamis sewaktu digeber, dan mini windshield yang memberi kesan retro tapi modern, membuat semua penikmat sisemok nan montok ini kian pe-de duduk mengendarai Vespa Excel 150.
Dengan menggunakan teknologi mesin 2 tak 150cc pendingin udara, bore x stroke 57.0 x 58.0mm, pengapian cdi, bertransmisi 4 percepatan, menggunakan rem tromol depan belakang, aki basah, kopling manual tipe basah, kedua roda mempunyai lingkar 10”/350 depan-belakang, kapasitas tangki bahan bakar 5lt, kapasitas tangki oli samping 1.2lt, berat total motor 116 kg, rangka body monoque, sehingga mampu membuat skuter ini digeber sampai batas kecepatan 110kph kondisi standar pabrik. Selain memberikan kenyaman ekstra bagi sipengandara, ternyata Excel 150 ini juga telah mengalami perbaikan teknologi pada mesinnya dibanding saudara tuanya yakni P150X Exclusive, yang nantinya membuat skuter ini mampu mendapat power siknifikan diputaran mesin bawah.
Lha terus apa saja perubahan teknologi tersebut?, yang pertama pada blok silinder terdapat 3 lubang transfer, ukuran venturi karburator lebih besar dari pendahulunya, ukuran lubang isap pada crack case juga sudah dimodif agak besar, mempunyai diameter piston lebih besar dari sang kakak (58mm), laher bandul menggunakan diameter yang lebih besar, model rumah kopling dan koplingnya sendiri juga lebih besar, pemakaian oli samping dan bahan bakar sudah terpisah menjadi 2 bagian dalam 1 tangki.
Dan pagi para penggemarnya, Vespa Excel 150 ini adalah skuter termewah pada masanya, dengan dimensi agak sedikit besar dari P150X atau Exclusive, membuat yang menaiki motor ini merasa nyaman dan stabil dalam menempuh perjalanan jauh. Walaupun mempunyai model yang begitu-begitu saja, Vespa seolah tidak mau ketinggalan dalam pengaplikasian piranti keselamatan dan emergency dijalan, semisal pada skuter ini sudah dilengkapi lampu sein untuk memberi tanda bagi pengguna jalan yang berada didepan atau belakangnya saat motor akan membelok, ditambah dengan adanya ban cadangan, jadi jika ban bocor ditengah jalan, sipengendara tidak usah pusing-pusing cari tukang tambal ban, langsung aja menepi untuk mengganti ban bocor dengan ban cadangan. Hmmm…fitur yang tidak dimiliki oleh motor-motor Jepang.
Last…karena motor ini adalah motor 2 langkah yang sering dianggap biang polusi, tingginya harga beli waktu itu, serta kurang memadainya fasilitas 3S (Sales, Service, Spare part) dari dealer resmi, mengharuskan Vespa Excel 150 ini harus tutup usia pada tahun 2007. Dan menurut saya, tidak lama lagi skuter semok ini juga akan menjadi seperti kakak-kakaknya yang lebih awal mengaspal dijalanan negeri ini, yaitu dijadikan kendaran para pehobi saja dan masuk kekelas kolektor item.
Demikian dari saya,
VW Tiguan
Volkswagen Tiguan
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Produsen | Auto 5000 (2007–2008) Volkswagen (sejak 2009) |
|---|---|
| Masa dalam produksi | 2007–sekarang |
| Perakitan | Wolfsburg, Germany Kaluga, Rusia (VWGR) Shanghai, China (SVW) Hải Phòng, Vietnam (World Auto) |
| Kelas | SUV kompak |
| Bentuk kerangka | 4-pintu sport utility vehicle |
| Layout | Mesin depan, 4motion 4WD, atau penggerak roda depan(Opsional) |
| Platform | Platform PQ35 |
| Mesin |
Mesin bensin:
2.0 L TDI 110 PS (81 kW) I41.4 L TSI 122 PS (90 kW) I4 1.4 L TSI 150 PS (110 kW) I4 2.0 L TSI 170 PS (125 kW) I4 2.0 L TSI 200 PS (147 kW) I4 Mesin diesel: 2.0 L TDI 140 PS (103 kW) I4 2.0 L TDI 170 PS (125 kW) I4 |
| Transmisi | 6-speed otomatis 7-speed DSG Transmisi dual-clutch 6-speed manual |
| Jarak sumbu roda | 2.604 mm (102.5 in) |
| Panjang | 4.427 mm (174.3 in) |
| Lebar | 1.809 mm (71.2 in) |
| Tinggi | 1.686 mm (66.4 in) |
| Mobil terkait | SEAT Tribu Audi Q3 SEAT Leon Mk2 SEAT Altea SEAT Toledo Mk3 Audi A3 Mk2 VW Golf/Rabbit Mk5 Volkswagen Jetta Volkswagen Eos Volkswagen Passat Volkswagen Amarok (pickup) |
Volkswagen Tiguan adalah sebuah SUV kompak buatan produsen otomotif Jerman Auto 5000, tapi sekarang diproduksi oleh Volkswagendengan basis Platform PQ35 dari Volkswagen Golf. Produksi dari mobil ini dimulai pada musim dingin 2007 di Wolfsburg, Germany, dan mulai dijual kemudian. Semua mesinnya menggunakan mesin 4 silinder segaris.
Volkswagen Tiguan pertama kali dimunculkan di Los Angeles International Auto Show 2006 sebagai mobil konsep.[1]
Subscribe to:
Posts (Atom)




