Saturday, March 22, 2014

Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2013: Menengok Pesona “Mobil Rakyat” Yang Memikat

Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF) 2013: Menengok Pesona “Mobil Rakyat” Yang Memikat

Ada istilah yang mengatakan; heroes get remembered, legends live forever. Siapa yang tidak mengenal mobil bermerk VW atau Volks Wagen. Di Indonesia sendiri jumlah pencinta ‘mobil rakyat’ keluaran Jerman itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski jadul dan klasik, mobil yang sempat ikut dalam perang dunia tersebut juga semakin digandrungi anak-anak muda.

Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF.

Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan even dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.

“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga ‘warna’ orang-orang yang mempunyai hobi mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warna-warni tersebut dalam sebuah harmoni yang indah,” kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media.

Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalu-lalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini.

Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula.

Selain ajang kontes, JVWF juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya.

Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, jangan-jangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung.

Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.

Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil Hi-Roof. Menurut Ketua pelaksana Tjahyo, “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, dan Central Jaya Motor”.

Dan yang beruntung mendapatkannya adalah seorang pengunjung dari kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pr- wedding-nya.

Teks: Wahyu Indro S

Ada istilah yang mengatakan; heroes get remembered, legends live forever. Siapa yang tidak mengenal mobil bermerk VW atau Volks Wagen. Di Indonesia sendiri jumlah pencinta ‘mobil rakyat’ keluaran Jerman itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Meski jadul dan klasik, mobil yang sempat ikut dalam perang dunia tersebut juga semakin digandrungi anak-anak muda.

Karena alasan itulah yang membuat banyak klub-klub mobil buatan Jerman itu tidak pernah absen dalam menggagas kegiatan untuk mengumpulkan para pencinta mobil legendaris tersebut. Salah satunya VCY (Volkswagen Club Yogyakarta) yang menggelar hajatan Jogjakarta Volkswagen Festival (JVWF). Kali ini, VCY tidak main-main dalam menyelenggarakan JVWF.

Dengan mengusung tema “Thousands of Colours, Get Yours!!”, Jogjakarta Volkswagen Festival 2013 (JVWF 2013) merupakan even dengan skala internasional yang ditargetkan akan dihadiri oleh lebih dari dua ribu kendaraan VW dan 12.000 peserta dari seluruh club atau perorangan. Sampai saat ini, di indonesia tercatat ada sekitar 94 klub VW, mulai dari ujung Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Bali. Belum lagi, dalam acara itu beberapa perwakilan dari Asia Tenggara dan Belgia turut hadir.

“Kami mengusung tema ini, awalnya adalah karena adanya warna-warni di dunia VW. Baik itu dari segi warna, jenis, hingga ‘warna’ orang-orang yang mempunyai hobi mengoleksi VW. Orang-orang tersebut dari berbagai jenis kultur, latar belakang dan budaya. Kita bisa mempersatukan warna-warni tersebut dalam sebuah harmoni yang indah,” kata Ketua Panitia JVWF 2013, Nohan Mahendra kepada media.

Acara memang belum resmi dibuka, namun lebih dari ratusan unit mobil volkswagen (VW) berbagai tipe dan jenis sehari sebelumnya telah terlihat berlalu-lalang dan memadati Yogyakarta. Tak hanya disambangi para pecinta dan pemilik mobil klasik Volkswagen, ajang tutup tahun 2013 yang digelar pada 27-29 Desember 2013 lalu, dipadati juga pengunjung umum yang ingin tahu bagaimana penampilan unik mobil dari Jerman ini.

Acara yang akan ditampilkan JVWF 2013 tersebut memang beragam. Sebut saja kontes mobil VW yang lebih dikenal dengan istilah show and shine car berbagai kategori, seperti best vintage, best resto vintage, best resto custom, best custom, best watercooled, best interior vintage, yang dapat diikuti oleh penggiat VW profesional maupun pemula.

Selain ajang kontes, JVWF juga dimeriahkan bursa lapak onderdil VW, live music, aneka tarian tradisional, bursa busana dan merchandise VW, lomba menggambar, area bermain anak-anak, kafe VW, dan juga beberapa booth dari klub VW maupun para pemain restorasi dan modifikasi VW. Bagi masyarakat awam yang belum begitu mengenal VW pun tidak kuatir, karena dalam event JVWF 2013 dihadirkan sejumlah pertunjukan musik dan tari-tarian yang mencerminkan budaya Indonesia. Tidak ketinggalan ada juga talkshow bersama Bob van Heyst, builder VW asal Belgia yang berkesempatan hadir bersama keluarganya.

Gelaran tersebut dibuka Menpora, KRMT Roy Suryo dengan ditandai pemukulan gong. Beberapa tari-tarian turut mengiringi acara pembukaan yang dihadiri Letjend (Purn) Soeyono selaku Ketua Umum Volkswagen Indonesia, Dirlantas Polda DIY AKBP Nasri Winarto. Menpora Roy Suryo menggelitik keunikan mobil VW saat diminta memberi sambutan. "Mobil VW ini sangat, sangat, dan sangat unik. Saat macet dan membuka cap depan, lho kosong mana mesinnya? Kok enggak ada, jangan-jangan dicuri orang ini mesinnya. Saat akan membuka bagasi untuk menaruh barang di belakang mobil, justru terdapat mesin mobil. Lho mesinnya kok disini, dimana harus menaruh kopernya ? Itu hanya lelucon saja," ujar Roy disambut tawa para pengunjung.

Di luar hall JEC sendiri, keriuhan juga lebih semarak. Banyak pemilik VW yang membawa keluarga, menggelar tenda di samping kombi atau kodoknya. Ada pula yang memanfaatkan berjualan di samping VW-nya. Selain itu, panitia JVWF juga menyediakan lahan parkir di samping JEC untuk mereka yang ingin menjual unit VW-nya. Sehingga penjual dan calon pembeli dapat berinteraksi langsung.

Yang lebih menarik dari event ini panitia menyediakan grand door prize satu unit Kombi produksi Brazil yang telah dimodifikasi menjadi VW Kombi Brazil Hi-Roof. Menurut Ketua pelaksana Tjahyo, “Door prize ini merupakan kerja bareng antara panitia dengan beberapa penggiat VW di Yogyakarta dan Jawa Tengah diantaranya Bengkel Kupu-kupu Malam Yogyakarta, bengkel VW Yumos Semarang, ICRW (Import Classic Racing Wheels), Autoglow, Bewok Speed, Is Interior, dan Central Jaya Motor”.

Dan yang beruntung mendapatkannya adalah seorang pengunjung dari kota Salatiga, yang kebetulan mampir di event ini disela hunting lokasi untuk pemotretan pr- wedding-nya.

Teks: Wahyu Indro S

No comments:

Post a Comment