Kisah mobil di Indonesia hampir sama dengan sejarah mobil itu sendiri. Konon kabarnya kereta 'tak berkuda' telah dibuat orang sejak abad 17. Namun, mobil massal pertama (yang tidak benar-benar massal untuk ukuran sekarang) baru dibuat tahun 1886 oleh Benz, yaitu sekitar 100 tahun (?) sejak mobil eksperimental pertama kali dibuat. Beberapa tahun kemudian, beritanya sampai ke Indonesia (Hindia Belanda alias Hindia Timur waktu itu) dan lalu ada beberapa kalangan ningrat yang mulai membelinya. Sampai meletus perang dunia, mobil di Indonesia telah ribuan jumlahnya. Menurut buku Sejarah Mobil di Indonesia, jumlah ini jauh lebih banyak dari jumnlah mobil di negeri Belanda sendiri yang merupakan induk Hindia Belanda.
Selepas perang, jaman kemerdekaan, bisnis mobil Indonesia dikuasai kelompok Hasjim Ning (katanya, maklum saya baru lahir kemarin sore, jadi tidak menyaksikan sendiri). Kelompok ini menyandarkan diri pada mobil-mobil Eropa dan Amerika. Eropa dan Amerika ini pada saat itu terkenal dengan mobil-mobilnya yang kokoh dan tangguh. Pada masa itu, Jepang belum apa-apa. Jadi pada periode 50-an s/d 70-an, kelompok Hasjim Ning jaya dengan mobil-mobil Eropa dan Amerika.
VW sendiri, konon mula-mulanya masuk ke Indonesia (dalam jumlah banyak) bukan lewat jalur bisnis, melainkan lewat jalur PBB (dalam hal ini UNICEF) bersamaan dengan bantuan penanggulangan penyakit menular pada tahun 50-an dan 60-an. Bukan, bukan penyakit panu, tapi pokoknya penyakit menular ;-).
Kala itu, yang masuk kebanyakan adalah Beetle alias si kodok (tapi sudah bukan generasi split window) dan Kombi (split window, generasi pertama). VW-VW itu dipegang oleh Departemen Kesehatan, namun berhubung departemen ini fokusnya pada pemeliharaan kesehatan manusia (dan bukan kodok, apalagi kombi), maka kebanyakan kabarnya VW-VW itu kurang keurus. Salah satu akibatnya, citranya jadi buruk dan di tanah air kemudian VW terkenal sebagai kendaraan yang mudah terbakar (karena memang VW Kesehatan itu banyak yang berkobar-kobar mati dimakan api).
VW komersial datangnya sedikit belakangan, dibisniskan oleh PT. Piola namanya yang dipegang oleh keluarga Panggabean. Dari keluarga ini, selanjutnya yang aktif berbisnis adalah Albert Panggabean yang merupakan generasi kedua dari pengelola PT. Piola. Nama piola itu sendiri konon diambil dari nama salah satu anak keluarga Panggabean, namun dari anak yang tidak ikut berbisnis VW.
Belakangan, PT. Piola ini digusur dari perannya sebagai pengelola bisnis VW di tanah air. Penyebabnya, ada yang bilang PT. Piola ini kesulitan keuangan, kemudian diambil alih pihak lain. Ada pula yang bilang, pihak VW Jerman menghendaki pengelolaan VW beralih ke pengusaha yang dekat dengan lingkungan kekuasaan (orde baru) waktu itu. Ada pula spekulasi yang bilang bahwa pihak penguasa waktu itulah yang menghendaki 'megang' VW. Pokoknya, VW selanjutnya beralih ke tangan PT. Garuda Mataram yang waktu itu dimiliki (bersama?) oleh Yayasan Dharma Putra Kostrad dan Grup Sudono Salim alias Oom Liem alias Liem Siow Liong yang terkenal itu.
Pada periode Garuda Mataram itu, yaitu pada awal 70-an, VW sempat jaya di Indonesia. Produk-produknya antara lain adalah VW Kombi, Safari/181, Passat, dan Golf. Kombi sendiri pada periode itu ada tiga macam, yaitu VW Kombi Jerman, lalu ada VW Kombi Brazil, dan VW Mitra. VW Mitra adalah semacam VW Kombi (bentuk bodinya mirip, bahkan hampir persis) namun dibuat oleh PT. Pindad (yang berafiliasi dengan Angkatan Darat sebagaimana Garuda Mataram) dan mesinnya dikembangkan dari mesin pompa air eks Jerman (kalau tidak salah, berpendingin air dan mesinnya bukan di belakang, melainkan di tengah seperti Suzuki Carry?).
VW Mitra ini digagas sebagai mobil nasional bersama-sama dengan Toyota Kijang generasi pertama dan kawan-kawan. Namun, bodi VW Mitra ternyata gampang ancur dan tidak rapih (walau mesinnya konon termasuk tangguh dan bandel). Ini bandel dalam arti tahan digojlok (bukan bandel dalam arti di-start gak mau idup! Dimatiin, tetep idup, digas, malah nge-rem, direm malah nge-gas, dan seterusnya. Kalau yang terakhir ini bukan mesin bandel, tapi mesin kurang asem!).
Periode Garuda Mataram ini bersamaan dengan surutnya per-kodokan di Jerman (dan di dunia). Oleh karena itu, tumpuannya ya itu tadi, Kombi, Safari, Passat, dan belakangan Golf. Selain Kombi dan Safari, populasi Passat waktu itu lumayan kenceng, tapi entah kenapa, banyak yang tidak bertahan sampai saat ini. VW-VW Beetle munculnya (kalau tidak salah info) cuma 1973 ke belakang. Kalau Golf, memang munculnya belakangan, yaitu sekitar 1978-an dimana pada periode itu,
No comments:
Post a Comment